Jiwa yang Tertinggal di 2020
DIARSIPKAN PADA: Januari 12, 2026 // SIGNED_LUNOVH
Halo semuanya! Gimana kabarnya nih? Hehe. Kayaknya beberapa hari terakhir ini hujan turun terus ya, awet banget lagi. Kalau sudah begini, bawaannya jadi teringat mantan... Eh, maksud saya, jadi pengen tidur sambil makan Indomie hangat di kamar. Kali ini saya lagi nggak terlalu banyak memantau market. Jujur saja, saya masih dalam fase mencoba move on dari peristiwa likuidasi terbesar sepanjang sejarah hidup saya di momen 10.10 tahun kemarin, wkwk. Ya, begitulah nasib... anak semuda ini sudah harus berkelahi dengan market yang sekeras itu.

Hari ini, seperti biasa, saya mencoba duduk diam dan berpikir tentang masa depan. Lumayan melelahkan juga sih, karena ternyata realita itu seringkali tidak seindah ekspektasi kita. Ingat nggak dulu waktu kecil? Kita punya cita-cita jadi pilot, polisi, dokter, bahkan astronot. Tapi setelah beranjak dewasa, rasanya semua cita-cita itu pupus entah ke mana, seakan-akan kita sedang "dihukum" oleh waktu.
Tapi ya, mengutip kata-kata yang sering kita dengar, "Kapan lagi kita berbincang dan berterus terang?" Hehe, bercanda– Sumpah ini prik banget wkwkwk sorry sorry. Maksud saya, saya mulai berusaha terbiasa dengan jalan hidup sekarang dan belajar menerima diri sendiri. Saya percaya hidup itu akan terus berjalan. Tugas kita cuma melakukan yang terbaik, sisanya? Ya serahkan saja pada Tuhan dan semesta.
Terjebak di Tahun 2020
Ada satu hal yang mengganjal di pikiran saya hari ini: kenapa ya, rasanya waktu dan jiwa kita itu seperti "nyangkut" di tahun 2020? Tahun di mana tiba-tiba kita harus sekolah online sampai lulus, dan tahun di mana game online lagi seru-serunya. Saat itu saya masih polos banget, belum tahu apa-apa. AI belum masif seperti sekarang, dunia masih transisi dari era normal ke era teknologi yang gila-gilaan.
Meskipun sudah lama lewat, saya masih ingat betul persis kejadiannya. Mulai dari pengumuman "libur dua minggu" yang ternyata kebablasan sampai lulus, majalah dan koran yang isinya cuma COVID, PSBB di mana-mana, sampai momen dipaksa ikut vaksin, wkwk.
Kalau kalian tanya, ada nggak hal yang paling berkesan di era COVID itu? Jawaban saya: ada dan nggak ada. Saya merasa era itu cuma seperti filler di sebuah film—ada, tapi terasa hampa. Di era itu juga saya sempat kecanduan game online sampai habis uang entah berapa. Kalau saja waktu bisa diputar balik atau di-reverse, saya nggak akan buang-buang uang lagi buat itu. Tapi ya sudahlah, nasi sudah jadi bubur.
Meskipun era itu sudah padam, saya rasa masih banyak orang yang sering bernostalgia dan merindukannya di balik segala tragedi yang ada. Ingat nggak waktu game-game papan (board games) versi online mendadak booming? Dan tentu saja, "Raja dari Segala Raja" yaitu Discord jadi sangat terkenal. Hampir semua orang, mulai dari anak sekolah sampai streamer, pasti pakai Discord. Saya sendiri sudah pakai sebelum COVID, tapi era itu memang nggak terlupakan. Nostalgia parah, sih!
Nah, kalau teman-teman sendiri punya cerita apa nih di era itu? Coba dong ceritain di kolom komentar, kali saja kita bisa diskusi atau bahkan jadi bahan bahasan untuk diary selanjutnya. Mungkin itu dulu untuk diary kali ini, sampai jumpa di tulisan berikutnya!
Belajar Tetap Waras Menuju Dewasa
DIARSIPKAN PADA: Januari 11, 2026 // SIGNED_LUNOVH
Halo semuanya! Gimana kabarnya nih? Saya kembali lagi nih, hehe. Aduh, sebelumnya saya mau minta maaf banget ya karena sudah "absen" nulis selama setahun terakhir. Ya, begitulah dinamika hidup kalau sudah mulai beranjak dari masa remaja menuju dewasa. Ternyata benar kata orang, makin dewasa itu problemnya makin banyak dan bervariasi, wkwk.

Tapi tenang saja teman-teman, sekarang saya sudah memutuskan untuk mulai aktif menulis lagi. Kali ini saya ingin membuat sesuatu yang sedikit berbeda. Buat kalian yang sudah mengikuti saya dari dulu, pasti tahu kalau saya hobi banget bikin series bertema kripto, mulai dari "Cicil Hyperliquid", "Cicil BTC", dan kawan-kawannya.
Nah, di kesempatan kali ini, mungkin kalian bakal tanya, "Series apa lagi Gar? Perasaan series terus?" Tenang, kali ini bukan cuma soal cicil-mencicil koin. Saya ingin memulai series Jurnal Harian di blog ini. Isinya nanti lebih santai; kalau saya dapat insight menarik atau ada berita hangat di market, saya bakal coba tuangkan di sini. Bahasanya juga bakal saya buat seadanya saja ya, biar lebih mengalir. Soalnya kalau harus pakai bahasa baku yang kaku banget, saya malah bingung sendiri nanti, wkwk.
Btw, saya juga mau minta pendapat kalian. Kira-kira kalian setuju gak kalau ke depannya saya adakan lagi series cicil koin? Meskipun kedengarannya agak membosankan karena kegiatannya cuma itu-itu saja, tapi menurut saya series seperti itu mengajarkan kita soal kesabaran. Sebagai orang yang sudah "nyebur" cukup dalam di pasar keuangan, kesabaran kita memang benar-benar diuji biar mentalnya tahan banting.
Sedikit Flashback Soal Market
Jujur, akhir-akhir ini market rasanya lagi membosankan banget. Beritanya itu-itu saja. Sekalipun ada kabar bagus, paling cuma sekadar prediksi CZ yang bilang BTC bisa ke $200k. Rasanya sampai bosan dengernya. Tapi ya, mau bagaimana pun, kita harus tetap stay di market. Kenapa? Karena biasanya peluang emas justru datang saat market sudah mulai sepi dan orang-orang berhenti membicarakannya.
Kemarin juga sempat ada berita heboh soal Presiden Venezuela, Maduro, yang ditangkap atas perintah Donald Trump. Suasananya memang sempat agak kacau dan Bitcoin sempat koreksi sebentar, walaupun syukurnya setelah itu berhasil bounce back lagi.
Harapan di Tahun Baru
Mumpung kita masih di suasana tahun baru, kira-kira teman-teman punya harapan apa nih? Kalau bisa sih yang positif-positif ya! Kalau harapan saya sendiri cukup sederhana: bisa lebih waras menjalani kehidupan ini, wkwk.
Kalau dipikir-pikir, hidup ini terlalu singkat untuk sekadar mengeluh. Ya meskipun saya tahu, grup "Keluh Kesah Warga" di FB itu memang godaannya besar banget buat tempat sambat karena memang ladangnya di sana. Tapi yuk, kita fokus ke hal yang bisa kita kendalikan saja.
Kalau dipikir-pikir, hidup ini terlalu singkat untuk sekadar mengeluh. Ya meskipun saya tahu, grup "Keluh Kesah Warga" di FB itu memang godaannya besar banget buat tempat sambat karena memang ladangnya di sana. Tapi yuk, kita fokus ke hal yang bisa kita kendalikan saja.
Mungkin untuk pembuka, itu saja yang bisa saya sampaikan. Kalau kalian setuju dengan ide series jurnal harian ini, jangan ragu buat komen di bawah ya! Ramaikan yuk, biar saya makin semangat nulisnya. Semoga diary ini ada manfaatnya buat kita semua.
RM Taman Selera Losarang: Kenangan Pantura yang Tak Terlupakan
DIARSIPKAN PADA: Juli 11, 2024 // SIGNED_LUNOVH
Siapa sangka, tempat makan sederhana di pinggir jalan bisa menjadi saksi bisu ribuan cerita dan kenangan? Bagi para pecinta bus dan mereka yang sering melintasi jalur pantura, nama RM Taman Selera Losarang pastilah tak asing lagi. Bukan hanya soal kelezatan hidangannya, tetapi juga atmosfernya yang khas dan keakraban yang terjalin di dalamnya.
Dari Tempat Makan Biasa Menjadi Ikonik
Berdiri sejak tahun 90-an, Taman Selera Losarang bukanlah sekadar tempat makan biasa. Lokasinya yang strategis di jalur pantura menjadikannya tempat persinggahan favorit para pengemudi bus, wisatawan, bahkan warga lokal. Bukan hanya untuk mengisi perut, tetapi juga melepas lelah, bertukar cerita, bahkan menjalin pertemanan baru.
Lebih dari Sekadar Rumah Makan
Suasana di Taman Selera Losarang selalu hidup. Suara klakson bus, obrolan para pengemudi, hingga aroma masakan yang menggugah selera, semuanya berpadu menciptakan atmosfer yang hangat dan akrab. Di sini, perbedaan status sosial seolah sirna. Semua orang merasa setara, menikmati hidangan yang sama, dan berbagi cerita di bawah atap yang sama.
Menu Andalan yang Selalu Dirindukan
Bicara soal makanan, RM Taman Selera Losarang punya beberapa menu andalan yang selalu dirindukan. Nasi rames dengan lauk ayam goreng, ikan bakar, atau sayur asem menjadi favorit banyak orang. Belum lagi aneka gorengan, minuman hangat, dan es kelapa muda yang siap menyegarkan dahaga. Rasanya yang lezat dan porsinya yang mengenyangkan membuat setiap suapan terasa nikmat.
Ragam PO Bus yang Pernah Singgah
Sebagai tempat persinggahan favorit, RM Taman Selera Losarang pernah disinggahi oleh berbagai PO bus ternama. Sebut saja Sinar Jaya, Nusantara, Lorena, Pahala Kencana, hingga PO bus lokal seperti Haryanto dan Luragung. Kehadiran bus-bus ini tak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta bus.
Meski kini RM Taman Selera Losarang telah tiada, kenangan tentangnya akan selalu abadi. Kehadiran jalan tol mungkin telah mengubah lanskap jalur pantura, namun cerita dan kenangan yang tercipta di tempat ini akan terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah singgah.
RM Taman Selera Losarang mungkin hanya sebuah nama, namun bagi banyak orang, ia adalah bagian dari sejarah hidup mereka. Ia adalah tempat di mana kenangan tercipta, persahabatan terjalin, dan cerita hidup bergulir. Meski kini telah tiada, semangat dan keakrabannya akan terus menginspirasi, menjadi pengingat bahwa kenangan indah tak akan pernah lekang oleh waktu.
Kenangan Indah di UNY dan UGM: Study Campus SMAN 3 Babelan
DIARSIPKAN PADA: September 26, 2023 // SIGNED_LUNOVH
Berkaca dari beberapa pengalaman saya di Jogja sebelumnya, kali ini sedikit berbeda. Kota istimewa yang sudah saya kenal sejak lama seketika berubah menjadi kota yang sangat istimewa.
Tepatnya pada tanggal 7 Maret 2023, saya mengikuti kegiatan studi kampus di sekolah saya. Studi kampus ini di selenggarakan oleh SMAN 3 Babelan, sekolah saya tercinta, dan juga dibantu oleh berkah wisata sebagai pemandu sekaligus pemilik tour studi kampus ke Jogja.
Sebenarnya saya tidak terlalu penasaran dengan Jogja, bagaimana pun juga Jogja sudah melekat di hati saya. Kota yang dikelilingi wilayah Jawa tengah ini sangat populer oleh wisatawan mancanegara.
Awalnya sebelum berangkat studi kampus, kami masuk ke kelas dulu untuk mendengarkan arahan dari pemandu. Area sekolah tiba-tiba dipenuhi oleh bus pariwisata. Setelah beberapa lama kami menunggu di area sekolah, akhirnya kami berangkat pada jam 2 siang.
Selama diawal perjalanan, kami di sambut oleh para busmania, mereka menyambut kami dengan meriah. Saat itu juga, telolet di bunyikan sepanjang jalan. Sorak meriah tak terbayangkan pada saat itu, indahnya suasana kota tak akan bisa tergantikan dengan berapa banyaknya uang sekalipun. Selama perjalanan, kami juga dikawal oleh polisi, mereka membantu kami untuk menertibkan jalan.
Hingga pada akhirnya, semua itu berakhir dengan hening. Ketika bus sudah masuk tol, kami sudah tidak dikawal polisi dan para busmania juga sudah tidak mengikuti kami. Pemandangan tol terlihat biasa saja, saya juga sudah sering melewati tol Jakarta - Cikampek. Ratusan KM ditempuh dengan kecepatan tinggi, konstan di 100km/jam.
Sekadar informasi saja, jalan tol Jakarta - Cikampek merupakan jalan tol dengan kapasitas terbesar di Indonesia, tol ini mampu menampung sekitar 600.000 kendaraan per hari.
Pemandangan di tol memang terasa membosankan, hanya ada sawah, gedung-gedung tinggi, dan pabrik-pabrik. Hingga pada akhirnya, kami berhenti istirahat di Rest Area KM 57. Disini kami hanya beristirahat sejenak, buang air kecil, shalat, dan ada juga yang belanja di minimarket. Setelah sekitaran 30 menit kami beristirahat, akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke Jogja.
Cakrawala tak terbayangkan di tol Jakarta - Cikampek ini. Keelokan yang tak terbayangkan tadi seketika sirna, ketika saya melihat kota yang dulu pernah saya singgahi, kini hilang begitu saja dalam ingatan. Entah berubah nama atau bahkan terang-terangan sudah dimakan waktu.
Singkatnya, tol Cikampek pun telah kami lewati, kini kami masuk ke gerbang tol Palimanan. Saya agak awam daerah sini, jadi mungkin bagi saya kurang familiar.
Tak terasa, sore pun telah berlalu. Kami sudah memasuki malam, sembari diiringi lagu sedih yang membuat siapapun merasa bahagia. Saya yakin, banyak yang hari ini sedang kehilangan seseorang, tapi setiap masalah ada untuk membuat kita menjadi lebih kuat dari hari ini.
Walaupun malam ini terasa ramai, tapi bagi saya sunyi, hampa, dan sepi. Terus terang, sepanjang jalan di tol ini mengingatkan kepada masa lalu yang sudah terkubur dan terpatri di dalam hati saya. Setelah beberapa lama kami melewati tol Cipali, kami akhirnya istirahat di RM Kedung Roso untuk makan malam, shalat, dan juga ke kamar mandi.
Seperti umumnya, kebanyakan bus pariwisata berhenti istirahat di RM yang jauh dari bus AKAP. Sebenarnya di RM Kedung Roso ini juga ada beberapa bus AKAP, seperti Putera Remaja, Garuda Mas dan beberapa bus AKAP lainnya.
Menu makanan di RM ini cukup sederhana, ada beberapa macam menu seperti ayam, sayur sop, mie, tahu dan tempe. Meski sederhana, kami menikmati hidangan di RM ini dengan penuh bersyukur. Bagi saya, apapun menu makanan yang disediakan, selagi kita makan bersama, lagipula yang terpenting disini bukan menu makanannya tapi kebersamaannya.
Ditemani derasnya hujan, kami menikmati makan malam di RM Kedung Roso ini, mungkin hanya RM biasa tapi memiliki kenangan yang luar biasa. Usai makan malam, kami shalat isya di mushola terdekat yang ada di RM Kedung Roso ini.
Rintik hujan tambah deras, malam ini terasa sangat dingin. Ada satu momen yang saya ingat pada malam ini, yaitu ketika salah satu teman saya ingin masuk ke dalam bus. Saya memegangi payung, dan mengantar teman saya ke dalam bus. Genggaman itu semakin terasa ketika saya dipanggil oleh teman saya entah namanya siapa, mereka berdua, tapi kami satu bus. Saya kembali memegangi payung itu, dan mengantar mereka ke dalam bus. Sialnya disitu, saya malah kehujanan, dan jaket saya basah, ditambah saya harus kembali mengembalikan payung itu kepada yang punya, yahh basah deh jaket saya, tapi ya sudahlah setiap kejadian pasti ada hikmahnya.
Keheningan malam tak terasa disini, kata-kata kiasan sudah tak ada artinya. Mereka jauh dari keluarga, jauh dari orang tua, jauh dari sanak saudara.
Bus yang kami naiki melanjutkan perjalanan ke Jogja. Melewati beberapa rute, seperti Pejagan, Brebes, Pemalang, Semarang, Muria, Boyolali, Klaten, Solo, dan Jogja.
Saya memang agak sedikit membenci keramaian, tapi saya tetap menikmati perjalanan ini. Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Kami sudah sampai di Rest Area 379A, saya pergi ke minimarket untuk membeli air mineral bersama teman saya. Di sini, kami istirahat cukup lama, kurang lebih hampir 2 jam, suasana lengang, ditambah gelapnya malam. Ada beberapa teman saya yang membeli kopi, pop mie, teh, atau bahkan jajanan lainnya. Singkat cerita, bus pun berjalan kembali, kami dihimbau masuk kembali ke dalam bus.
Terus terang, saya belum pernah lewat sini, karena biasanya kalau saya ke Jogja atau Semarang, saya selalu lewat jalur selatan. Tepatnya melewati, Bumiayu, Ajibarang, Banyumas, Kebumen, Purworejo, dan nanti lewat barat Jogja, di Kabupaten Kulonprogo.
Setelah beberapa lama bus berjalan, saya tertidur lelap. Tiba-tiba, kami berhenti di RM Grafika Restaurant untuk shalat, mandi, dan makan. RM Grafika Restaurant sendiri terletak di Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di RM ini terdapat beberapa menu makanan, banyak teman-teman saya berpendapat bahwa makanan disini hambar. Menu makanan disini cukup sederhana, seperti sayur sop, tempe, tahu, kerupuk, sambal, dan lainnya. Lauk disini sungguh sederhana, saya mengatakan seperti itu karena di RM lainnya cukup 'wahh' menunya.Setelah kira-kira 2 jam kami istirahat di RM Grafika Restaurant ini, kami melanjutkan perjalanan ke Tebing Breksi. Perjalanan ke Tebing Breksi kurang lebih memakan waktu 20 menit. Kami dikawal kembali oleh polisi, jalanan yang terus menanjak membuat saya agak sedikit pusing. Jalanan yang terus menanjak, dan matahari yang mulai terik membuat saya agak sedikit ngantuk disitu, saya menutup gorden kaca bus itu.
Pemandangan di tebing breksi sangat indah, awal-awal kami disambut dengan beberapa pedagang yang menjual minuman dan makanan, baik makanan ringan maupun makanan berat. Tebing breksi ini terdiri dari tebing-tebing besar batu breksi khas hasil letusan gunung. Populer bagi wisatawan, pendaki, dan pencinta alam. Dengan ketinggian mencapai puluhan meter, menawarkan pemandangan spektakuler dan menakjubkan.

Seluruh ekspektasi saya di Tebing Breksi ini sudah terbayarkan. Hingga suatu ketika, kami diperintah mengganti pakaian untuk studi kampus di UNY. Kami mengganti batik yang sudah diberikan satu minggu yang lalu, dan melanjutkan perjalanan ke UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Disini ada kejadian yang menurut saya unik, awalnya saya ingin mengganti pakaian di Toilet tapi semuanya sudah penuh. Akhirnya, kami mengganti pakaian di Mushola. Dalam hati saya, "Ahh masa sih kita ganti baju disini". Singkat cerita, tanpa berpikir panjang kami mengganti pakaian di Mushola dan melanjutkan perjalanan ke UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), perjalanan memakan waktu kurang lebih 40 menit.

Meskipun perjalanan terasa sedikit membosankan, tapi juga dibarengi dengan kebahagiaan. Bosan yang dimaksud disini itu seperti, ekspektasi kita yang terlalu berlebihan, dan realita yang tidak sesuai ekspektasi. Matahari sudah terik, itu tandanya sudah puncaknya siang. Kami turun dari bus, di depan sudah terlihat UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Sudut pandang orang tentang UNY mungkin berbeda, saya disini berusaha netral dan tidak memihak siapapun.
Sesampainya kami di UNY, kami istirahat makan siang dan shalat. Makan siang disini nasi box, menu makanannya agak berat, nasi putih, rendang, telur balado, kerupuk, sayuran, dan buah pisang. Setelah selesai makan, kami bergegas ke mushola untuk shalat zuhur dijamak dengan ashar, karena dikhawatirkan jadwal terlalu padat, sehingga tidak sempat shalat ashar. Disini sebenarnya minoritas, banyak juga yang tidak shalat, kami termasuk rombongan terakhir di studi kampus ini karena tadi kami shalat dulu, jadi terakhiran deh.
Setelah selesai shalat, kami menuju ke perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. Sedikit informasi, Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Yogyakarta dengan koleksi lebih dari 600.000 judul buku dan jurnal.
Setelah itu, kami lanjut menuju Museum Pendidikan Indonesia, disana terdapat banyak sekali ukiran, corak, benda-benda antik seperti papan tulis, buku-buku sekolah, alat peraga, dan alat musik tradisional. Museum ini juga menawarkan informasi tentang pendidikan dari masa pra-kemerdekaan hingga saat ini, termasuk tentang tokoh-tokoh pendidikan dan sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia. Beberapa tokoh pendidikan yang dipamerkan di Museum Pendidikan Indonesia antara lain Ki Hajar Dewantara, Raden Fatah, Kartini, dan Mohammad Hatta.

Setelah merasa cukup melihat isi Museum Pendidikan Indonesia. Kami melanjutkan perjalanan menuju Gedung Rektorat UNY untuk mendengarkan seminar. Sekitar 1 jam seminar ini selesai, seminar ini membahas tentang bagaimana sejarah awal UNY, fakultas UNY, prodi di UNY, fasilitas di UNY, KIP Kuliah dan lain-lain. Seminar sudah selesai, dilanjut perjalanan studi kampus ke UGM (Universitas Gadjah Mada).
Senja sudah nampak, matahari sudah tak tepat di atas kepala. Kami tiba di UGM, kami disambut ramah oleh rektor UGM. Tidak jauh berbeda, kurang lebih sama kami di UGM juga melakukan dokumentasi, dilanjut seminar. Disini menurut saya sedikit membosankan, tapi saya tetap menghargai dan mengikuti semua rangkaian acara ini hingga selesai. Saya agak menyayangkan acara ini, terlebih saat waktunya magrib, saya ingin shalat magrib saja sulit.
Setelah selesai shalat magrib, kami makan malam bersama di UGM ini. Lupakan apa yang terjadi tadi di UGM, sekarang kami sudah tiba di hotel Grage Bussines. Kami melakukan check in, dan masuk ke kamar kami masing-masing. Saya sekamar dengan 3 orang teman saya, Rasyid, Haekal, dan Rizal. Sesampainya kami di kamar, kami segera bersih-bersih badan, shalat dan istirahat.
Grage Business Hotel Yogyakarta merupakan salah satu hotel di Yogyakarta yang cukup terjangkau, sehingga menjadi pilihan populer bagi wisatawan yang mencari akomodasi dengan harga yang terjangkau namun tetap nyaman dan berkualitas. Hotel ini memiliki 138 kamar yang didesain dengan konsep modern dan minimalis, dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti TV kabel, AC, dan koneksi internet Wi-Fi gratis.
Malam itu, kami kurang cukup istirahat. Jadwal tidur kami terganggu dan diantara kami juga banyak yang begadang. Namun, semuanya terbayarkan dengan pengalaman baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Keesokan harinya, kami bersiap-siap mandi, setelah itu sarapan di lantai 2. Kami ke lantai 2 dengan lift, untungnya waktu itu lift masih sepi. Setelah selesai makan, kami lanjut perjalanan ke Lava Tour Merapi, perjalanan ini perkiraan memakan waktu 1 jam. Kami berhenti di pangkalan Jeep, disitu banyak Jeep yang siap mengantarkan kami naik ke Bunker Kaliadem.
Bunker Kaliadem merupakan sebuah kompleks bunker yang terletak di lereng Gunung Merapi. Sebelum menjadi tempat wisata seperti sekarang, bunker Kaliadem dulunya berfungsi sebagai tempat perlindungan saat terjadi letusan Gunung Merapi. Bunker ini dirancang tahan suhu tinggi dan tekanan udara, serta sistem ventilasinya mencegah terkontaminasi gas berbahaya.
Lokasi bunker yang berada di lereng Gunung Merapi membuatnya mudah dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung saat terjadi letusan. Oleh karena itu, Bunker Kaliadem menjadi tempat perlindungan yang aman dan efektif bagi masyarakat yang terkena dampak letusan Gunung Merapi.
Ketika Gunung Merapi meletus, awan panas atau wedus gembel dapat sangat membahayakan manusia. Wedus gembel terdiri dari awan yang terdiri dari gas-gas panas dan debu vulkanik yang dapat mencapai suhu ratusan derajat Celsius dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Hal ini dapat membakar, melukai, atau bahkan membunuh orang yang terkena dampaknya.
Informasi diatas saya rangkum dari beberapa sumber, dan juga dari guru sejarah saya. Guru sejarah saya mengerti banyak hal, dia mengajarkan kami untuk tidak main-main di bunker Kaliadem, khawatir makhluk lain disana marah. Guru saya mengatakan, "Disana gak cuma ada manusia, ada juga jin dan makhluk lain, jadi jangan main-main disana, yang sering ngomong kotor tolong dijaga, karena kita disini sebagai tamu". Yaa, kurang lebihnya seperti itu. Saya juga manusia biasa yang kadang lupa, tapi ya dari sekian banyaknya guru saya berbicara hanya itu yang saya ingat.

Setelah merasa puas mengilingi lereng Gunung Merapi, kami kembali ke Jeep untuk offroad. Disana saya sudah sedia payung sebelum hujan, maksudnya jas hujan. Suasana Merapi pada saat itu sedikit kabut dan mendung, saya khawatir di tengah perjalanan hujan. Kami naik Jeep dan melewati jalanan yang penuh lumpur, kami memutari jalan itu dengan terombang-ambing. Pegas rem tak terkendali, kami terhanyut dalam kebahagiaan. Momen itu tak dapat saya lupakan, walaupun saya sedikit sulit mendeskripsikan, namun suatu nanti akan menjadi kenangan.
Waktu berjalan sangat cepat, kami sudah sampai di tempat awal kami naik Jeep. Ini waktunya kami makan siang, kami pergi ke RM untuk makan siang. Saya kurang tahu RM apa disini, karena letaknya juga cukup jauh dari pedalaman. Menu makanan disini juga cukup sederhana, hampir mirip seperti di RM sebelumnya. Ada nasi, lauknya ayam dan tempe, beragam sayuran, kerupuk, sambal, dll. Setelah makan siang, kami shalat di mushola terdekat. Setelah selesai shalat, kami kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke HeHa Sky View di Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Perjalanan perkiraan memakan waktu 1 jam.

Tidak banyak yang bisa saya jelaskan di HeHa Sky View ini, yang jelas disini banyak spot foto dan view yang indah. Ada juga benda sejenis teropong, dari teropong itu kita bisa melihat satu provinsi Jogja. Untuk bisa mencoba teropong tersebut, kita harus bayar 5 ribu. Dari segi pemandangan, HeHa Sky View memiliki pemandangan yang cukup indah, dan menakjubkan, bahkan saya rasa siapapun yang kesini pasti merasa sangat bersyukur. Mungkin itu saja di HeHa Sky View, saya juga masih awam mengenai wisata ini. Perjalanan selanjutnya yaitu Oleh-oleh dan Batik Wong Jogja, perjalanan perkiraan memakan waktu 2 jam.

Jogja terkenal dengan Bakpianya. Tak heran, jika banyak dari mereka membeli Bakpia untuk oleh-olehnya. Saya akan menjelaskan sedikit kenapa Bakpia Jogja cukup terkenal dan digemari banyak orang. Mulai dari rasanya yang enak dan unik, variasi rasa yang beragam, dan nilai historisnya. Kenapa saya bilang seperti itu? Bakpia Jogja memiliki rasa yang enak dan unik karena bahan utamanya adalah kacang hijau yang sudah dicampur dengan gula. Selain itu, variasi rasanya juga beragam mulai dari kacang hijau, cokelat, keju, kacang mete, durian, bahkan kemarin saya lihat ada matcha.
Bakpia Jogja sudah ada sejak zaman dahulu kala dan menjadi salah satu ciri khas dari Yogyakarta. Sejarah panjang bakpia Jogja ini menjadikannya sebagai camilan yang memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi, sehingga banyak orang yang tertarik untuk mencobanya. Cukup segitu ya? Sudah paham kan kenapa Bakpia Jogja cukup terkenal dan digemari banyak orang.
Singkat cerita, saya membeli 1 bakpia rasa durian dan 1 bakpia rasa coklat isi 10. Saya mengantri di kasir dan membayarnya, harga 1 bakpia disini yang isinya 10 adalah 33 ribu. Setelah transaksi selesai, kami keluar dari toko oleh-oleh itu dan ternyata hujan deras. Bahkan, saya saja tidak menyadari kalau dari tadi hujan. Kami masuk ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan ke Hotel, perjalanan perkiraan memakan waktu 10 menit, selama di perjalanan kami diberi nasi box untuk makan malam.
Perjalanan yang melelahkan ini ternyata menjadi kenangan yang tak terlupakan. Setelah sampai di hotel, kami bersih-bersih, shalat, dan makan nasi box yang sudah kami bawa tadi dari bus. Memang banyak pengalaman berharga disini, tapi bagi saya buat apa pengalaman berharga kalau tidak diabadikan hehe, disini saya menulis ini ya salah satu tujuannya untuk mengabadikan momen berharga ini.
Pada malam terakhir ini, kami dibebaskan untuk pergi kemana saja. Kami pergi ke malioboro dan membeli beberapa oleh-oleh disana, saya hanya membeli sedikit gantungan kunci, dan souvenir untuk dibawa ke rumah. Sebenarnya ada juga beberapa teman saya yang mampir ke 0KM, atau tempat-tempat bersejarah lain di sekitaran Malioboro. Namun, malam ini waktunya cukup terbatas jadi saya hanya mengelilingi Malioboro saja, yaa next time mungkin bisa lebih explor ke tempat-tempat wisata disana. Tapi terus terang saja ya, ini bukan kali pertamanya saya ke Malioboro jadi yaa saya tidak terlalu penasaran dengan Malioboro, bahkan bisa dibilang Malioboro biasa saja buat saya.
Setelah beberapa lama kami berjalan-jalan di Malioboro, kami kembali ke hotel dan beristirahat, ini malam terakhir kami di Hotel sekaligus menyisakan banyak kenangan berharga yang tidak bisa saya lupakan sampai kapanpun. Sebenarnya sebelum tidur, kami ada ngobrol, nonton TV, dan jaim bareng lah sama teman sekamar.
Kebetulan malam ini saya juga ngantuk banget, jadi saya tidur duluan. Entah apa yang terjadi semalam, ada yang bilang di lantai 3 apa lantai 2 gitu ada yang kesurupan, entah itu benar apa enggak, saya juga tidak tahu pasti, tapi yang jelas tidur saya sudah cukup dan siap mengikuti kegiatan berikutnya.
Pada hari terakhir di hotel ini, saya mandi pertama, ya pada saat itu juga saya bangun pertama. Setelah mandi, saya packing tas dan memastikan tidak ada yang tertinggal di hotel.
Setelah semuanya sudah siap, kami bergegas ke lantai 2 untuk sarapan dan sekaligus makan terakhir di hotel. Tak disangka, ternyata kami datang paling awal, belum ada satu orang pun yang sarapan. Kami disini sedikit leluasa dan bisa mengambil makanan apapun yang ingin kami makan. Menu makanan disini lagi-lagi cukup sederhana bagi saya, tapi yang berbeda disini ada coco crunch, susu, dan roti.
Sarapan sudah selesai, kami kembali ke Hotel untuk membawa koper dan tas kami ke dalam bagasi bawah bus. Sebenarnya saya hanya membawa satu tas gendong sih, tapi ada salah satu teman sekamar saya yang menaruh tasnya di bagasi bawah. Akhirnya semuanya selesai, tak lupa kami juga mengembalikan kartu kamar hotel kami ke resepsionis hotel.
Pemandu dan juga guru kami memastikan kami agar semuanya sudah siap dan tidak ada barang yang tertinggal atau tertukar di hotel. Saya juga mengecek kembali barang bawaan saya, dan ternyata sudah lengkap. Tak perlu waktu lama, bus pun berjalan meninggalkan Hotel Grage Bussines. Ya saya tahu persis, banyak kenangan disana yang tak dapat saya lupakan, tapi yaa sudah waktunya pulang, mau bagaimana lagi? hehe.
Perjalanan berikutnya, kami akan pergi ke Kaos Gareng & Batik khas Jogja, perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 2 jam. Sedikit informasi, Kaos Gareng Jogja adalah simbol identitas lokal bagi masyarakat Jogja yang menunjukkan cinta dan kecintaan mereka terhadap budaya Jawa dan kota Jogja. Kaos ini sering digunakan dalam acara budaya atau sebagai bagian dari pakaian sehari-hari masyarakat Jogja, serta menjaga warisan budaya yang ada.
Disini saya juga membeli bakso, satu porsinya cukup murah yaitu hanya Rp7.000 saja. Saya memakan bakso di belakang bus sembari menunggu bus jalan.
Pada Toko Kaos Gareng ini kami berhenti cukup lama, yaitu sekitar 2 jam. Awalnya, dijadwal kami seharusnya shalat jumat di masjid yang ada di sekitaran Solo atau Demak, cuma karena tidak terburu yaa akhirnya kami tidak jadi shalat Jum'at.
Seringkali, saya mendapat pertanyaan mengapa tidak menggunakan bahasa yang lebih santai saja. Sejujurnya, saya juga ingin menggunakan bahasa yang lebih santai dan akrab dengan teman-teman saya. Namun, saya menyadari bahwa banyak orang yang membaca tulisan saya berasal dari luar pulau Jawa dan tidak terbiasa dengan bahasa yang kurang baku.
Dalam hidup, terkadang kita harus menyesuaikan diri dengan situasi dan orang yang berbeda. Hal ini juga berlaku dalam dunia tulis-menulis. Kita harus mempertimbangkan siapa target pembaca kita dan berusaha menulis dengan bahasa yang dapat dicerna oleh mereka semua.
Singkat cerita, kami berhenti istirahat sekaligus shalat zuhur di RM Tamansari, di Solo. Menu makanan di rumah makan ini cukup sederhana, tapi yang unik saya menemukan teh yang ada tawonnya.
Tak beranjak lama, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah. Bus yang kami naiki memasuki tol, sepanjang jalan kami melihat banyak sawah, pohon-pohon tinggi seperti cemara, dan juga sebelum memasuki tol tadi kami melihat bandara Adi Soemarmo, walaupun hanya dari luar saja, tapi itu sudah luar biasa buat saya.
Tak ada yang begitu menarik disini, hanya saja ketika keluar dari tol kami langsung disambut oleh makanan yang lezat. Ya, kami kembali lagi di RM yang sebelumnya (awal kami berangkat), kami disini hanya singgah sebentar untuk shalat, makan, dan ke kamar mandi. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, bus kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke rumah. Singkat cerita, lampu disko dan DJ di dalam bus pun dinyalakan, kami terlarut dalam kebahagiaan disitu, akhir dari semua cerita ini. Hingga pada akhirnya, semuanya pun hanya kenangan saja.
Tepat pukul 00.51, bus yang kami naiki akhirnya sampai di sekolah kami, dan kami pulang ke rumah masing-masing.
Untuk fasilitas busnya sendiri pun cukup sederhana, diantaranya seat 2-3, AC, Non Toilet, tanpa Legrest.
Mungkin hanya itu saja pengalaman yang dapat saya bagikan pada kesempatan kali ini, saya paham bahwa masih banyak kekurangan, tapi saya akan mencoba untuk terus memperbaiki dan meningkatkannya setiap saat.
Terima kasih sudah membaca blog saya:)
Self-Talk itu Ada
DIARSIPKAN PADA: November 25, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Sebagian orang mungkin berpikir, apa sih faedahnya berbicara sendiri? Entah apa yang terjadi tapi bagiku self-talk atau yang sering disebut berbicara sendiri itu ada.
Di satu sisi berbicara sendiri itu normal, tapi di satu sisi itu tidak normal. Pada akhirnya, self-talk itu sedikit aneh bagi sebagian orang.
Normal atau tidaknya itu, tergantung kepada kebiasaan kita. Bagi orang yang sudah terbiasa berbicara sendiri mungkin itu hal yang wajar. Mereka merasa bahwa ada seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Pengalaman yang tak terlupakan akan terjadi dan akan membekas di ingatan dalam waktu yang cukup lama.
Dulu ketika SD, mereka semua tak percaya bahwa self-talk itu memberikan pengaruh positif dalam kehidupan.
Berbicara dalam hati itu berbeda dengan berbicara sendiri. Kebanyakan orang yang berbicara sendiri itu memiliki gangguan jiwa, masalah hidup, kurangnya pergaulan, atau bahkan depresi.
Berbicara sendiri bisa dikatakan normal jika dalam hal yang wajar.
Tidak berlebihan
Ada teman di samping kita tapi kita malah berbicara sendiri
Itu namanya sudah tidak wajar
Ketahuilah, mulai saat ini kamu tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi.
Toh buat apa disesali, lebih baik di perbaiki
Mulai besok dan seterusnya saya berjanji akan mencoba memperbaiki diri saya
Nah loh kan udah janji, berarti harus ditepati
Intinya self-talk itu ada bagi saya.
Bagi kalian mungkin berbeda.
Derita Anak IPS, Dikenal Bandel dan Sering Bikin Onar.
DIARSIPKAN PADA: November 19, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling menyenangkan. Masa dimana kita bisa memiliki banyak teman, mencari jati diri, memperluas relasi, bahkan ada yang menjalin asmara.
Seperti yang kita ketahui, di SMA ada beberapa jurusan, umumnya ada IPA dan IPS.
Banyak orang yang berpendapat kalau anak IPS itu bandel, sering bikin onar, nakal, langganan masuk BK. Bisa saja, yang dikatakan di atas itu benar. Tapi tidak semuanya seperti itu, ada juga anak IPS yang rajin, pintar, dan memiliki banyak prestasi.
Terlepas dari semua itu, Anak IPS itu kebanyakan solid dan kompak. Ketika mereka bertemu, mereka akan bersalaman walaupun mereka tidak saling kenal.
Anak IPS juga terkenal dengan prestasinya dalam bidang lain, seperti olahraga, menggambar, menulis, dan lain sebagainya.
Karena pada dasarnya, Anak IPS lebih banyak belajar pelajaran yang mengasah otak kanan. Contohnya seperti sejarah, sejarah dapat membuat pola pikir anak tersebut berubah.
Anak IPS juga cenderung lebih humoris, lebih enak diajak ngobrol.
Berbeda dengan Anak IPA, Anak IPS memiliki satu pelajaran tentang cara berinteraksi dengan orang sekitar yaitu sosiologi.
Secara tidak langsung, itu dapat membuat Anak IPS dapat dengan mudah berinteraksi dengan orang sekitar.
Berkenaan dengan pelajaran, sebenarnya anak IPS juga memiliki pelajaran yang sulit sih, nggak semuanya gampang seperti yang di pikirkan kebanyakan orang.
"Ekonomi"
Salah satu pelajaran yang dibenci banyak anak IPS.
Tapi sebenarnya, pelajaran ekonomi bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, seperti masalah keuangan.
Jadi, kalau masalah keuangan ya jelas Anak IPS lebih jago lah.
Anak IPS juga terkenal dengan rajanya class meeting. Kebanyakan class meeting di menangkan oleh Anak IPS. Karena kekompakannya, tidak heran kalau anak IPS sering menang class meeting.
Sebagian Anak IPS mungkin suka membuat onar, tapi tidak semuanya. Anak IPS juga ada yang rajin, taat ibadah, tidak pernah berbuat onar.
Stigma anak IPS sering berbuat onar dan bandel itu harus dijauhkan, karena itu salah. Ada yang seperti itu, tapi tidak semuanya.
Lagian semua sekolah juga mengajarkan yang baik, mana ada sekolah yang mengajarkan hal yang buruk.
IPS juga sering di cap sebagai kelas buangan.
Anak yang tidak lolos masuk ke IPA, anak yang malas, dan anak yang suka bolos.
Banyak juga kok yang masuk IPS karena keinginannya sendiri. Kalau urusan malas dan bolos, itu tergantung anaknya, Anak IPA juga ada yang bolos, tidak melulu Anak IPS.
"IPS"
Ilmu Pengetahuan Sosial
Mindset mereka berbeda dengan anak jurusan lainnya.
Sesama anak IPS, mereka merasa kalau sekolah kita ini juga rumah kita, maka tak jarang anak IPS yang tidur di kelas, duduk di lantai, dan banyak lagi.
Bagi sebagian orang itu suatu hal yang melanggar, karena di kelas kita tidak boleh tidur.
Tapi itulah uniknya Anak IPS, karena mereka menganggap sekolah itu rumah mereka.
Sebagai penutup, saya akan memberi beberapa kata yang mewakili anak IPS.
Jika kamu ingin sesuatu di masa lalu, pelajari sejarah.
Jika kamu ingin banyak teman, pelajari sosiologi.
Jika kamu ingin banyak uang, pelajari ekonomi.
Jika kamu ingin menjelajahi alam semesta, pelajari geografi.
Kami IPS, Kami Bisa Sukses, dan Kami Tak Seperti Yang Orang Bayangkan.
Ingat, semua yang saya tuliskan tadi hanya berdasarkan pendapat saya, cmiww.
Alasan Kenapa Saya Ingin Menjadi Seorang Penulis
DIARSIPKAN PADA: November 16, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Malam itu, hari benar-benar terasa hampa tanpa ada yang membuatku bahagia. Aku merenung dengan pikiran yang sedang kacau, sedih, bosan, dan beberapa suasana yang sulit di ungkapkan.
Saat itu, aku masih kelas 3 SD dan aku sudah berhasil membuat beberapa cerpen bahkan novel, ya walaupun banyak yang tidak di publikasikan.
Aku berkata kepada diriku sendiri, "Kenapa kamu suka sekali menulis?"
Aku bingung bagaimana menjawabnya, karena awalnya aku benar-benar tak paham kenapa aku menulis semua itu.
Sebelumnya, pasti banyak yang tidak kenal denganku.
Perkenalkan namaku Tegar, biasa dipanggil "gar" oleh teman-temanku.
Hobiku banyak, salah satunya menulis.
Umur saya sekarang sudah menginjak hampir 17 tahun.
Saya hobi menulis sudah sejak kecil dari umur 8 tahun.
Dulu pertama kali, saya menulis cerita pendek yang latar belakangnya saya ambil dari teman SD saya.
Imajinasi saya terus memuncak, hingga pada akhirnya saya menulis dan terus menulis pada saat itu.
Saat SD, tulisan saya masih sangat berantakan. Banyak sekali tanda baca yang tidak saya gunakan disitu, bahkan ada juga beberapa yang tidak sesuai dengan EYD.
Ketika pulang sekolah, semasa SD saya selalu meluangkan waktu saya untuk menulis. Walaupun itu hanya sekadar cerita fantasi, cerita fiksi, dongeng, tapi itu semua membuat saya seperti sekarang ini.
Menulis itu penting, apapun yang ditulis itu penting ketika ada orang yang mencari dan membutuhkannya. Meski begitu, terkadang masih banyak orang yang meremehkan hobi saya ini.
Awalnya dulu, saya menulis secara manual menggunakan tangan. Namun, seiring berjalannya waktu saya menulis secara digital menggunakan Handphone.
Handphone pertama yang saya gunakan untuk menulis pertama kali yaitu Polytron. Saya lupa pastinya, tapi yang jelas Polytron jadul, android nya juga masih android 2.3 (Gingerbread). Dulu saya belum mengenal Ms Word, Ms Office dan aplikasi sejenisnya. Dulu saya menulis menggunakan aplikasi Es File Explorer, yang sekarang sudah di update tampilannya menjadi lebih baru. Di aplikasi tersebut kebetulan ada menu untuk menulis, dan semenjak saat itu saya bisa menulis dimana saja tanpa harus membawa buku atau note.
Saya mengerti, perubahan akan terus ada selama kita hidup. Sekarang saya tidak perlu mengatakan "saya harus kemana?"
Lawan arus
Kalau hidupmu hanya mengikuti arus, kamu akan sulit untuk sukses
Berani beda
Kalau temanmu ke A, kamu ke B
Kalau temanmu mabok-mabokan, kamu belajar.
Kalau temanmu sakit, kamu jenguklah
Ya kali, kamu sehat
Becanda doang kok hehe
Perumpamaannya seperti itu, saya menulis bukan karena mengikuti siapa-siapa. Tapi saya berani berbeda dengan teman-teman saya, ketika teman-teman seumuran saya masih sibuk bermain, sibuk mencari jati diri, saya tidak seperti itu saya berani berbeda.
Kembali ke topik, apa saja alasan saya ingin menjadi seorang penulis.
1. Bermanfaat untuk banyak orang.
Alasan saya sebenarnya sederhana, yaitu ingin bermanfaat untuk banyak orang. Karena seburuk apapun tulisan kita, pasti ada saja orang yang membutuhkan.
Apakah saya hanya ingin bermanfaat untuk banyak orang?
Tentu saja tidak, saya juga ingin melatih kemampuan menulis saya. Dengan menjadi seorang penulis, saya bisa melatih kemampuan menulis saya. Mungkin ketika semua masalah tidak bisa diselesaikan, saya bisa menulis. Kurang lebihnya, seorang penulis punya akurasi dan komposisi yang tepat ketika menulis.
Hal kecil yang tidak orang tahu, menulis bukan hanya sekadar profesi dan mendapatkan uang. Tapi dengan menulis, kita bisa bermanfaat untuk kebanyakan orang.
2. Menginspirasi banyak orang.
Alasan saya selanjutnya kenapa saya ingin menjadi seorang penulis, alasan ini mungkin tidak berlaku untuk semua penulis.
Penulis dapat menginspirasi banyak orang dengan karyanya. Bisa kita ambil beberapa contoh penulis yang menginspirasi banyak orang, seperti Raditya Dika, Andrea Hirata, Dewi Lestari, Pipi Baiq dan masih banyak lagi.
Beberapa karya mereka bisa menginspirasi banyak orang, sebagai contoh Pipi Baiq, ia merupakan sosok dibalik buku Dillan 1990, bahkan beberapa buku karya dia lainnya juga di tayangkan di layar kaca dan di filmkan.
Belum puas?
Kita ambil contoh lagi, penulis yang mungkin kita semua tahu siapa dia yaitu Raditya Dika. Beberapa bukunya diterbitkan dan beberapa juga sudah ada yang di tayangkan di layar kaca. Awalnya ia memulai karirnya di stand up comedy, ditambah lagi sekarang ia mempunyai channel YouTube dengan konten inspiratif.
3. Membentuk rasa percaya diri.
Selain dua alasan di atas, menulis juga dapat membentuk rasa percaya diri. Entah perspektif kalian bagaimana tentang percaya diri itu. Tapi bagi saya, dengan menulis dapat meningkatkan rasa percaya diri. Banyak orang yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya lewat kata-kata, menulis bisa menjadi alternatifnya.
Ketika mengungkapkan secara lisan, kita terkadang gugup. Dengan menulis kita bisa menghindari gugup, kita bisa lebih santai, dan lebih percaya diri. Ada orang yang di kelas jarang ngobrol, tapi mereka sering menulis. Percaya diri itu penting, banyak orang yang gagal karena tidak percaya diri.
Itulah beberapa alasan kenapa saya ingin menjadi penulis.
Alasan tadi tidak bisa dijadikan patokan, karena ini hanya berdasarkan pendapat saya saja.
Unpleasant experience
DIARSIPKAN PADA: Oktober 01, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Semenjak hari itu, semangatku rapuh. Semua yang ku inginkan hilang seketika, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Kesehatanku terus memburuk dalam beberapa minggu terakhir, bahkan itu terasa sangat menyakitkan bagiku.
Bumi terasa tak ada penerang lagi, aku sudah hampir menyerah dalam hidup ini. Tetapi dalam benak aku, "kamu harus bisa dong melewati semua ini, kamu kan kuat."
Benak tak terarah sehingga kekacauan pun terjadi dalam waktu dekat. Aku selalu membayangkan apa yang akan terjadi ketika hidupku terus seperti ini. Merubah benak tak semudah merubah jadwal mata pelajaran, hal ini sangat sulit ku lakukan.
Terus terang, aku selalu terbayang-bayang oleh benak ini. Tujuan yang tidak pasti ini selalu membuatku tertampar oleh kenyataan bahwa aku sedang terpuruk, padahal sebenarnya tidak.
Aku merasa hidup dalam kesepian yang tiada habisnya. Beberapa bulan yang lalu aku bercerita kepada seseorang, tapi tidak di dengarkan dan justru dibiarkan seolah sampah yang membusuk. Semua ini penuh tanda tanya, tapi aku tidak tahu harus bertanya kepada siapa?
Pengalaman Pribadi LDKS di Rindam Jaya.
DIARSIPKAN PADA: Agustus 11, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika saya masih kelas 1 SMP. Sekolah saya mengadakan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) di Rindam Jaya. Disitu saya senang dan mengikuti kegiatan itu. Sebenarnya sekolah saya mewajibkan semuanya untuk ikut LDKS.
Tapi ya pasti ada saja yang tidak ikut, rencana saya mengikuti LDKS juga masih setengah-setengah. Beruntungnya disitu saya ikut, karena jujur saja LDKS ini banyak menambah pengalaman saya.
LDKS di mulai pada hari Senin sampai Selasa, hari pertama sekaligus hari pertama saya memakai seragam lengkap di SMP dan membawa baju ganti polos berwarna biru.
Hari minggu, saya bersiap-siap membawa roti dan air putih. Saya tidak membawa nasi karena nanti disana dikasih makan, jadi saya hanya membawa roti, air putih, dan uang saja. Saya membawa uang Rp50.000, itu
pertama kalinya saya membawa uang sebanyak itu.
Hari pertama, tepatnya pada hari senin saya bersiap-siap membawa baju ganti polos berwarna biru, air putih, shampoo, pasta gigi, dan perlengkapan lainnya. Saya sampai di sekolah tepat 06.30, disana saya langsung ikut barisan saya dan mengikuti aba-aba.
Tak menjelang lama, tiba-tiba mobil dari rindam jaya mengangkut kita semua. Kita berangkat dengan hati senang dan gembira. Tapi ketika sampai di rindam kita di kejutkan dengan perasaan yang tidak enak. Disana kita harus latihan beberapa jam secara terus-menerus, ya saya hanya bisa berkata dalam hati, "Ohh begini ya, rasanya jadi abdi negara hehe."
Sesampai di rindam saya melepas sepatu saya dan memasuki asrama yang sudah disediakan. Disana saya menempati asrama bagian bawah, dan teman saya dibagian atas, maksud dari bagian bawah disini yaitu kasur tingkat, jadi saya berada di kasur tingkat bagian bawah.
Selanjutnya acara pembukaan pun di mulai, saya masih memakai baju putih biru. Upacara pembukaannya cukup lama dan sangat melelahkan, tapi saya ikuti hingga berakhir. Singkatnya, upacara pembukaannya seperti TNI ketika upacara, benar-benar harus tegas.
Setelah upacara pembukaan, kami masuk ke asrama lanjut dengan mengganti baju berwarna biru polos yang sudah saya bawa tadi. Disitu tak lupa, saya juga membeli minum karena benar-benar haus. Sesudah mengganti baju, kami kembali ke lapangan memutari lapangan dan tak terasa waktu sudah siang. Kami shalat Zuhur berjamaah di masjid Rindam tadi, disitu juga banyak para TNI yang shalat.
Sebelum shalat saya ambil air wudhu, tapi disitu ramai sekali yang wudhu, saya mencoba mencari tempat air wudhu yang sepi tapi tidak ada. Rasa rindu dan kangen terhadap orang tua makin terasa disini. Setelah beberapa lama mengambil air wudhu, akhirnya kita shalat berjamaah, AC di masjid ini dingin sekali. Terus terang, jarang banget saya shalat di masjid yang dingin kayak gini :(
Setelah shalat selesai, kami akan makan bersama. Kami makan bersama di ruang makan yang sudah disediakan oleh Rindam Jaya. Seperti biasa, air disana bebas mau ngambil berapa karena disana air ngambil sendiri di ember dan bebas mau ngambil berapa gelas. Diberikan gelas plastik dan tempat makan plastik untuk kita makan siang.
Seperti biasa, sebelum makan kita semua membaca doa terlebih dahulu dan lanjut makan. Sayurnya juga sederhana, lauknya hanya tempe dan ikan tapi ya sudahlah saya juga sudah terbiasa makan itu dirumah jadi ya enggak masalah.
Setelah selesai makan, saya lanjut baris berbaris yang lucunya disitu teman saya yang memimpin barisannya, nama dia satyo, yang saya tahu dia bukan OSIS dan kata pembinanya dia cocok jadi OSIS , karena suaranya lantang dia sementara memimpin barisan untuk saat ini.
Setelah baris berbaris, kami kembali ke asrama untuk istirahat sejenak, malamnya kami akan berkemah di hutan. Setelah istirahat sudah selesai, kami dikejutkan dengan tebing yang sangat tinggi. Disana anak-anak yang memiliki nyali tinggi boleh mencoba turun dari tebing itu, mereka diikat dan turun perlahan ke bawah. Saya tidak ikut turun dari tebing disitu, karena memang tidak diwajibkan, jadi saya memutuskan untuk tidak ikut.
Tebing yang tinggi teringat kepada saya yang dulu hampir jatuh, tapi beruntung saya tidak jadi jatuh. Saya hampir saja kehilangan nyawa saya, terus terang saja hari sial tidak ada di kalender.
Setelah kegiatan tadi selesai, dilanjut kegiatan jalan melewati tali tambang, terus terang saja saya agak sulit mendeskripsikannya, tapi kurang lebihnya seperti permainan jalan diatas tali tambang dan melewati jaring-jaring. Lagi-lagi saya tidak mengikuti kegiatan itu.
Kegiatan berlanjut hingga malam, kita melakukan shalat magrib berjamaah. Disitu kita disuruh lepas sepatu di lapangan dan memasuki masjid untuk shalat berjamaah. Tapi setelah shalat, saya agak bingung sepatu saya tadi di taruh dimana dan kayaknya sepatu saya ketuker deh.
Setelah shalat magrib, kami makan bersama, setelah makan kami lanjut istirahat sejenak di asrama dan setelah itu kami melanjutkan kegiatan, pada kegiatan ini kami akan melakukan simulasi hutan, kami di hutan di latih untuk berani, tanpa sepatah kata pun saya mengikuti kegiatan itu. Di tengah perjalanan menuju hutan, saya bertemu dengan hewan buas. Saya dengan teman-teman saya berlari ketakutan, ehh ternyata itu hewan jinak, huh untungnya bukan hewan buas.
Setelah perjalanan lama di hutan, kami beristirahat sejenak sambil menyalakan api unggun, disitu kami di suruh mendengarkan puisi dan syair tentang ibu, saya sedih tapi tidak menangis. Banyak dari mereka menangis, tapi saya merasa itu hal yang tak perlu ditangisi.
Kegiatan itu pun berakhir, kami pun kembali ke asrama melewati hutan tadi dan lanjut istirahat tidur sampai pagi. Tak terasa pagi telah tiba, kami disuruh bangun di jam pagi buta siap-siap mandi dan melakukan upacara penutupan. Disitu saya tidak mandi, cuma gosok gigi saja karena kamar mandinya ramai banget hehe.
Matahari pun terbit, kami melakukan upacara penutupan hingga pada akhirnya upacara penutupan selesai dan kami kembali lagi ke sekolah. Setelah sampai di sekolah, kami pulang ke rumah masing-masing, dan hari-hari itu sangat melelahkan tapi menyenangkan.
Ini merupakan pengalaman saya yang mungkin tidak bisa saya lupakan.
Pengalaman Pribadi Menjadi Reseller Game Online
DIARSIPKAN PADA: Agustus 01, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Pada awalnya saya agak malas menulis ini, tapi karena saya ingin berbagi pengalaman maka saya akan menulisnya disini. Pengalaman ini saya tulis karena bagi saya reseller game itu adalah pekerjaan yang sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan dan tentunya sangat menjanjikan.
Dulu ketika saya SMP, tepatnya kelas 8 saya memulai JB di grup Facebook. Awalnya saya JB bukan karena ingin mencari uang, tapi sebenarnya untuk mengisi waktu luang saja sih. Tapi lama kelamaan saya ketagihan tuh jual beli akun game di Facebook dan semenjak saat itu saya berani untuk ikutan menjadi reseller game online, seperti clash of clans, hay day, dan beberapa game populer lainnya saat itu.
Pada tahun 2019 akhir, saya juga pernah menjadi dropshipper jual beli akun COC, ya walaupun upahnya gak seberapa ya saya jalanin aja. Kadang saya begadang sampai tengah malam untuk mencari pembeli, tapi saya bersyukur sekali pada waktu itu dunia JB masih sangat ramai dan peluangnya juga besar.
Berlanjut pada tahun 2020 awal, saya membuka jasa bengkel perbaikan akun. Kebetulan saya punya teman dia kerja di sana (tempat game) jadi ya memutuskan untuk membuka jasa bengkel perbaikan akun. Sehari saya bisa mendapatkan lebih dari 100 ribu, tapi itu penghasilan kotor hehe, karena waktu itu saya juga tidak mematok berapa harga jasa /(seikhlasnya saja harganya). Tapi itu tidak bertahan lama, beberapa bulan kemudian jasa itu sudah tidak dicari lagi dan saya menutup jasa itu.
Setelah jasa bengkel perbaikan akun saya tutup, saya berniat untuk menjadi reseller akun game online. Disitu saya bekerja sama dengan beberapa orang, yang sudah saya kenal sebelumnya. Saya membeli banyak akun ke dia, dan saya menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Ternyata tak disangka, banyak juga yang minat dengan bisnis saya ini. Semenjak saat itu, saya memutuskan untuk menjadi reseller game online.
Akun yang saya jual itu akun COC, semisal saya membeli dengan harga 250 ribu maka saya menjualnya dengan harga 280 ribu - 290 ribu. Dengan menjual satu akun saja saya sudah untung 30 ribu - 40 ribu, tentunya ini belum di potong biaya admin (transfer dari e wallet ke bank). Belum lagi kalau gamenya lagi ramai, sehari mungkin bisa menjual lebih dari 10 akun. Tapi yaa sekali lagi, jadi reseller game online yang terpercaya sekarang susah. Banyak orang yang belum percaya kita, atau kalau dalam bahasa JB biasanya sebutannya belum famous ehehe.
Sebenarnya enak saja sih jadi reseller game online karena akun gak bakal kadaluarsa, beda dengan reseller produk atau makanan yang bisa kadaluarsa kalau tidak habis (terjual semua).
Disini saya hanya pernah menjadi reseller akun game online, saya tidak pernah menjadi reseller top up game online atau yang sejenisnya. Penghasilan yang didapatkan juga cukup besar, bahkan bisa mengalahkan gaji UMR kalau di totalkan setiap bulannya. Menjadi reseller game tidak semudah yang kalian bayangkan, pastinya butuh perjuangan ekstra untuk bisa menarik pembeli agar membeli apa yang kalian jual.
Keluh Kesah jadi Angkatan Corona [Pengalaman Pribadi]
DIARSIPKAN PADA: Juli 26, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Angkatan tahun 2020 sampai 2021 adalah angkatan yang hebat. Mereka tidak pernah berangkat ke sekolah tapi merasakan bagaimana sedihnya satu tahun sekolah hanya dirumah saja. Tidak ada wisuda, tidak ada perpisahan, kalau pun ada pasti di lakukan secara virtual.
Kami sebagai angkatan corona hanya bisa melihat mereka sekolah tetapi tidak bisa merasakannya lagi. Katanya libur 2 minggu ehh sampai tiba-tiba lulus, ya saya rasa kalian semua juga sedih, tapi ya mau gimana namanya juga musibah.
Sebenarnya belajar daring menyenangkan karena tidak harus bertemu langsung dengan guru, apalagi guru killer. Tapi ya, suasana kelas akan sangat dirindukan. Rindu dengan cerita guru, lawakan teman-teman, makan di kantin tapi gak bayar, canda tawa di kelas, anak-anak nakal yang selalu masuk BK, di suruh maju di depan kelas, dan banyak lagi.
Tepatnya 12 Maret 2020, sekolah saya di liburkan selama 2 minggu. Sebenarnya disitu saya senang banget bisa libur, ya kalian tahu sendiri lah dulu sekolah pulang jam berapa, pastinya capek banget setiap hari sekolah.
Awalnya memang libur hanya 2 minggu, tapi 2 Minggu itu terus berlanjut hingga tak terasa tiba-tiba sudah lulus. Suasana kelas yang dulu ramai tiba-tiba menjadi sepi, bak tak berpenghuni.
Saya ucapkan terima kasih buat teman-teman semuanya. Walaupun kita tidak pernah bersama di kelas lagi, tapi pertemanan kita akan selalu ada hingga akhir hayat nanti.
Pelajaran di sekolah yang paling saya benci itu matematika, entah kenapa saya benci banget pelajaran itu. Tapi semenjak sekolah daring, saya tiba-tiba jadi menyukai matematika.
Mungkin tulisan tidak jelas ini bisa menghibur teman-teman semua, jangan khawatir kita bersama, jangan pernah takut sendirian. Angkatan corona pasti bisa, angkatan corona pasti berhasil.
Mungkin sampai sini dulu ya, nanti besok saya lanjut lagi, sampai jumpa semuanya.
-Angkatan corona 2021.
Perbedaan Jurusan MIPA dan IPS di SMA.
DIARSIPKAN PADA: Juli 20, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Pernahkah kalian berpikir bahwa apa itu MIPA? apa itu IPS? dan apa perbedaan MIPA dengan IPS. Seringkali kita di bingungkan dengan dua pilihan yaitu MIPA dan IPS. Sebenarnya dari segi pelajaran, keduanya cukup sama hanya saja MIPA lebih ke arah alam dan IPS lebih ke arah sosial.
Jika dilihat dari pelajarannya, MIPA terbagi menjadi 4 pelajaran peminatan,
MIPA : Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
Sedangkan IPS, terbagi menjadi 4 pelajaran peminatan,
IPS : Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
MIPA lebih cenderung belajar tentang alam dan perhitungannya, sebaliknya IPS lebih cenderung belajar tentang sosial dan perhitungannya. Baik di MIPA maupun di IPS, kedua jurusan itu memiliki tingkat kesulitan masing-masing.
Banyak orang berpikir untuk masuk IPS karena katanya jarang ada hitung-hitungan. Sepertinya itu ada benarnya juga, tapi jangan salah di IPS juga ada hitung-hitungannya malahan lebih rumit ketimbang di MIPA. Dari segi hitung-hitungan,
Ada tiga pelajaran MIPA yang hitung-hitungan: Matematika, Fisika dan Kimia.
Sedangkan IPS, hanya ada dua pelajaran yaitu Geografi dan Ekonomi. Tapi untuk geografi sendiri jarang ada perhitungan, biasanya ada perhitungan ketika membahas materi tertentu saja, berbeda dengan jurusan MIPA, yang hampir ketiga tadi ada perhitungan.
Kalau ditanya enakan masuk MIPA atau IPS?
Jawabannya sederhana, dua-duanya enak tergantung kemauan kalian.
Kalau kalian memang niat masuk ke MIPA, ya akan terasa mudah dan tidak ada yang sulit. Sebaliknya, kalau kalian tidak ingin masuk ke MIPA tapi hanya ikut-ikutan teman saja, pastinya terasa sulit dan merasa salah jurusan.
Asal kalian tahu ya, fisika mungkin sulit bagi anak MIPA tapi bagi anak IPS ekonomi yang tersulit. Bisa dibilang ekonomi itu akuntansi tapi versi lebih susahnya dan bisa dibilang juga matematika minat itu matematika tapi versi lebih lengkapnya.
Baik di MIPA maupun IPS ada dua pelajaran wajib yang sama yaitu Sejarah Wajib dan Matematika Wajib. Bedanya anak IPS ada dua pelajaran Sejarah dan anak MIPA ada dua pelajaran matematika.
Apa bedanya pelajaran wajib dan minat?
Pelajaran wajib diikuti oleh semua jurusan yang ada di SMA, tak terkecuali jurusan bahasa. Sedangkan pelajaran minat itu hanya ada di jurusan tertentu, seperti matematika minat di MIPA dan sejarah minat di IPS.
Bisa saja sih, anak MIPA belajar pelajaran minat anak IPS tapi itu tidak semua sekolah, biasanya dinamakan lintas minat (belajar pelajaran minat jurusan lain), tapi balik lagi tidak semua sekolah, ada juga sekolah yang lintas minatnya bahasa Arab, bahasa Jepang, Informatika, dan lain sebagainya.
Itulah perbedaan MIPA dan IPS di SMA, semoga bermanfaat.
Mengapa cita-cita kita selalu berubah sejak kecil?
DIARSIPKAN PADA: Juli 15, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Coba kamu bayangkan, kalau kita sebagai manusia selalu memiliki cita-cita yang begitu tinggi, tapi cita-cita itu selalu berubah dan terus berubah. Hmm kira-kira kenapa ya kok bisa gitu?
Pertanyaan ini selalu ditanyakan orang tua saya, orang tua saya selalu bertanya ke saya, apa cita-cita kamu? Ya saya selalu menjawab seperti ini, "cita-cita saya ingin jadi penulis bu."
Tapi dulu sebelum saya ingin menjadi penulis seperti sekarang ini, dulu saya pernah bercita-cita menjadi guru, polisi, TNI, dan bahkan dokter. Tapi semenjak saya dewasa, saya sadar banyak cita-cita yang mungkin bukan bidang saya.
Waktu kecil saya pernah berpikir, "wahh jadi astronot menyenangkan ya bisa pergi ke luar angkasa". Tapi itu waktu saya masih kecil, ketika saya beranjak dewasa saya sadar bahwa untuk pergi ke luar angkasa jelas butuh biaya yang sangat besar dan itu tidak mungkin bagi saya.
Asalkan kamu tahu ya, cita-cita itu butuh tekad yang besar agar bisa dicapai. Butuh waktu, tenaga, pikiran, dan fokus yang lebih untuk dapat mengejar cita-cita. Bukan mudah orang bisa meraih cita-cita, jadi pikirkan apa cita-citamu sekarang.
Kalau cita-citamu saja masih selalu berubah, bagaimana kamu bisa sukses? Ya seperti blog ini isinya gado-gado hehe. Karena saya murni hanya ingin menulis sesuai kemauan saya, jadi saya tuangkan apa yang saya tahu dan saya harap juga bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Salah satu alasan kenapa cita-cita kita selalu berubah ya karena kamu belum sungguh-sungguh dengan cita-citamu itu. Bisa dibilang kamu belum yakin dengan cita-citamu itu, ya gimana cita-citamu akan tercapai kalau kamunya saja masih bingung cita-citamu itu apa.
Jadi mulai sekarang coba kamu pikirkan apa cita-citamu, apa bakatmu, dan apa passionmu. Dengan itu kamu tidak lagi kebingungan dengan cita-citamu.
Perlu di ingat, memiliki cita-cita lebih dari satu itu boleh saja, tapi sesuaikan juga dengan kemampuanmu, bakat kamu, dan juga passion kamu.
Tidak ada topik, bukan berarti tidak menulis.
DIARSIPKAN PADA: Mei 27, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Malam itu saya sempat berpikir kepada diri saya sendiri, kenapa saya tidak memiliki ide untuk menulis. Lantas dibenak pikiran saya, bagaimana saya bisa melanjutkan blog saya, kalau saya sendiri tidak memiliki ide.
Petang itu saya berpikir dengan banyak cobaan, entah itu cobaan dari dalam maupun dari luar. Waktu itu saya sempat berpikir, bagaimana saya bisa sukses ya, kalau saya begini-gini aja. Saya membulatkan tekad saya untuk segera membangun blog ini, ya seenggaknya tetep menulis meskipun tidak ada topik yang mau dibahas.
Terkadang tidak ada topik sering sekali membuat saya jenuh, dan selalu kepikiran. Kamis sore minggu lalu, saya memberanikan diri saya, untuk mengikuti seminar bahasa Inggris. Disana saya dijanjikan kerja di luar negeri, bisa mahir berbicara dengan orang asing, dan tidak akan pernah menjadi pengangguran. Tapi ya gimana, orang yang memiliki pemikiran dangkal seperti saya mana mau ikutan begituan.
Seketika saya termenung sesaat, dan memikirkan masa depan. Bagaimana jika suatu saat nanti orang tua saya tidak memiliki uang untuk menghidupi saya, ya semenjak saat itu saya terus bersemangat untuk menulis kembali. Bagi saya tidak ada topik bukan suatu penghalang untuk menulis.
Selagi kita bisa berusaha, toh apa salahnya mencoba. Gagal ya masih muda, coba saja lagi. Disitu saya berani mengambil risiko dan bangkit dari keterpurukan yang pernah ada di masa lalu.
Jangan pernah menyerah, karena masa depan tidak dapat kita raih jika kita menyerah. Selalu berusaha dalam keadaan apapun dan dalam situasi apapun, karena kita hanya tahu apa yang terjadi di masa lalu, tapi kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan.
Sahabat Terbaik di Game
DIARSIPKAN PADA: Maret 19, 2022 // SIGNED_LUNOVH
Langit senja berubah menjadi gelap, tak terasa hari pun sudah mulai petang. Aku membereskan semua bukuku dan bergegas mandi, dan bersiap-siap pergi ke masjid bersama teman-temanku.
Shalat berjamaah rupanya sudah selesai, dan aku pulang dengan hati tenang, serta perasaan yang sangat bahagia. Karena bagaimanapun keadaan kita, jangan pernah tinggalkan shalat, toh shalat juga tiang agama kan, ya disitu aku pulang dari masjid bersama teman-temanku.
Oh iya, buat teman-teman sobat blogger yang belum tahu saya siapa, kenalan dulu deh. Perkenalkan nama saya Tegar, saya biasa dipanggil "Gar", umur saya sekarang 16 tahun, dan saya memiliki beberapa sahabat kecil seperti Tivan dan Diky. Hobiku banyak, tapi yang paling aku suka hanya dua, yaitu menulis dan bermain game.
Aku ingat betul kejadian itu, pada malam itu aku bersama beberapa teman-temanku, eh tapi tunggu dulu, bahasanya terlalu baku ya? oke saya akan menggunakan bahasa sehari-hari saja agar lebih mudah untuk dipahami dan di mengerti.
Jadi malam itu saya lagi main game, bersama beberapa teman-teman saya, ya sebut saja dia Diky. Mungkin agak sulit untuk menjelaskannya, tapi saya berusaha untuk menjelaskannya secara singkat dan mudah dipahami.
Singkatnya, ketika saya sedang bermain game bersama Diky, saya bertemu dengan seseorang yang kebetulan dia sebelumnya satu tim dengan saya. Awalnya saya pikir dia laki-laki, saya lihat nicknamenya juga seperti laki-laki, dan disitu saya cukup banyak ngobrol dengan Diky. Hmm, tapi sepertinya saya tidak bisa tampilkan disini karena agak aneh jadinya.
Setelah beberapa lama kita mengobrol, pada akhirnya aku kenal juga dengan orang itu. Awalnya aku pikir dia laki-laki, ehh ternyata perempuan, ya walaupun aku juga gak expect kalo dia itu perempuan sih hehe. Terus terang aja, cerita kali ini mungkin cenderung membosankan, hmm tapi tidak masalah akhirnya aku punya juga teman perempuan yang baik banget sama aku, uwu ^ ..... ^
Mau perkenalan dengan dia? kayaknya mendingan gak usah deh, soalnya dia punyaku, ehehe becanda sob. Ya udah, kenalin nih ya nama dia itu anis, dia sudah lama jadi temanku sebenarnya tapi karena aku malas menceritakan dia disini, ya maka dari itu pada kesempatan kali ini aku ceritakan, ya walaupun banyak kekurangan sih sebenarnya.
Terlebih aku juga jarang sekali menunjukkan teman-temanku hehe, ya wajar lah aku agak sedikit malas orangnya buat pamer. Apalagi cuma sekadar teman, ya ngapain dong di pamerin? hehe.
Teman yang baik itu bukan teman yang selalu ada, melainkan teman yang selalu bisa menghibur kita ketika kita sedang hancur, dan teman terbaik itu bukanlah teman yang bisa memberikan kita segalanya, tapi teman terbaik itu adalah teman yang bisa membuat kita bahagia dengan cara sederhana.
Oiya sob, mungkin hanya itu aja sih pengalaman saya, yang bisa saya ceritakan disini, see you next time ^ ..... ^
Cara Counter Hero Barats Mobile Legends.
DIARSIPKAN PADA: November 22, 2020 // SIGNED_LUNOVH
Barats merupakan hero yang sangat menjengkelkan di Mobile Legend. Pasifnya yang dapat merubah tubuhnya menjadi besar dan anti crowd control akan sangat sulit di lawan. Selain itu, Barats juga memiliki skill ultimate yang dapat memakan hero dan memuntahkannya, apabila terkena tembok maka akan menyebabkan stun. Lalu, bagaimana cara counter hero ini? Simak dibawah ini caranya.
Barats memang memiliki banyak kelebihan tetapi Barats ini juga memiliki banyak kekurangan. Salah satu kekurangannya yaitu ketika ia sedang mengeluarkan skill ultimate nya, ia akan diam sebentar. Pada saat itu juga, barats dapat dikalahkan. Perlu diingat, ketika Barats berubah menjadi besar ia akan kebal terhadap CC dan sangat sulit untuk di kalahkan.
Cara Counter Barats.
- Ambil semua jungle yang ada di sekitar Barats.
Cara ini sangat ampuh untuk counter hero Barats. Mengapa sangat ampuh? Karena ketika semua jungle yang di sekitar lane yang ditempati Barats di ambil, maka Barats akan sulit mengumpulkan stack. Ketika Barats sulit mengumpulkan stack, maka Barats sangat mudah dikalahkan, karena Barats sangat mengandalkan stack untuk mendapatkan pasifnya.
- Kalahkan Barats ketika tidak memiliki pasif.
Mudah sekali mengalahkan Barats ketika stacknya tidak ada. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, Barats ini sangat mengandalkan stack. Ketika Barats sedang tidak memiliki stack (berubah menjadi kecil), maka itu kesempatan Anda untuk mengalahkannya.
- Gunakan hero yang jaraknya sangat jauh dan sulit di tangkap.
Hero-hero yang bisa counter Barats adalah Pharsa dan Cecilion. Kedua hero itu sangat baik digunakan untuk counter cecilion karena memiliki jarak yang super jauh. Karena skill area Barats yang sangat pendek, maka Barats dapat dikalahkan dengan hero yang memiliki jarak super jauh. Selain dapat di counter dengan hero-hero di atas, Barats juga bisa di counter dengan hero-hero lincah dan bisa menyerang sambil bergerak seperti Wanwan, Iritel, dan Kimmy. Perlu di ingat, jangan pernah menggunakan hero crowd control untuk counter Barats, karena pasifnya Barats tidak bisa dilawan dengan hero CC, kecuali Franco dan Kaja.Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan mengenai Cara Counter Hero Barats Mobile Legends, kalau ada pertanyaan tanyakan di kolom komentar ya!